Rangkaian Adaptor adalah rangkaian yang berguna untuk mengubah tegangan AC menjadi DC. Rangkaian ini bisa menjadi alternatif penganti dari tegangan DC, contohnya adalah baterai dan accumulator. Adaptor juga banyak di gunakan dalam alat sebagai catu daya, layaknya amplifier, radio, pesawat televisi mini dan perangkat elektronik lainnya. Bila dibandingkan dengan tipe rangkaian yang lain, rangkaian adaptor jauh lebih praktis dan tidak terlampu besar sehingga bisa dengan mudah dipakai oleh seluruh orang.

Kelebihan dari menggunakan Rangkaian Adaptor dibanding dengan menggunakan baru baterai atau accumulator adalah sangat praktis dihubungkan dengan tegangan karena adaptor dapat diambil dari sumber tegangan AC yang ada di rumah kita masing-masing dimana setiap rumah pada saat ini sudah menggunakan listrik. Selain kelebihan tersebut, rangkaian adaptor juga memiliki jangka waktu yang lebih lama asalkan ada tegangan AC, tegangan AC inilah yang merupakan kubutuhan primer dalam kehidupan manusia.

Rangkaian Adaptor

Rangkaian Adaptor juga dibedakan beberapa bagian, berikut ini kami jelaskan bagian-bagian dari adaptor :

  1. Bagian Input adalah bagian yang berfungsi sebagai penghubung sumber tegangan AC dari stop kontak yang ada di dalam rumah. Bagian ini terdiri dari jack dan kabel input. Stop kontak adalah konektor sumber tegangan AC dari listrik PLN yang digunakan untuk menyalurkan tegangan dari adaptor melalui kabel input tegangan.
  2. Bagian Penurun Tegangan adalah bagian yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC 220V menjadi tegangan yang lebih kecil, contohnya 3V, 4,5V, 6V, 7,5V, 9v dan 12V. Untuk dapat memilih output tegangan, kita harus menggunakan rotary switch atau saklar puter. Trafo yang digunakan untuk rangkaian ini adalah jenis step down, dapat juga menggunakan trafo dengan arus 550 mA (mili Amepere).
  3. Bagian Penyearah adalah bagian yang berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Komponen utama dari bagian ini adalah dioda. Dioda yang digunakan harus berjumlah 4 dan kemudian dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk jembatan dioda atau biasa disebut bridge dioda. Bridge dioda yang sudah dirangkai akan dapat menghasilkan tegangan DC (-) dan (+).
  4. Bagian Filter atau Penyaring adalah bagian yang berfungsi untuk menghilangkan tegangan AC yang masih lewat. Efek dari munculnya tegangan AC adalah suara dengung. Komponen yang dibutuhkan antara lain IC penstabil tegangan dan elco.
  5. Bagian Output Tegangan adalah bagian yang berfungsi sebagai keluaran tegangan berupa DC. Besar keluaran tegangan DC ini sesuai dengan tegangan output pada trafo step down yang diatur oleh rotary switch sesuai yang diinginkan.

Rangkaian Adaptor juga sangat mudah untuk dibuat karena PCB untuk pembuatannya sangat mudah dicari di pasaran. Komponen pelengkap yang harus kita sediakan adalah Lampu Pilot yang digunakan sebagai lampu indikator yang mana nantinya sebagai pengontrol apakah tegangan input sudah masuk atau belum dan juga sekering yang berfungsi sebagai keamanan apabila ada hubungan singkat. Demikian penjelasan singkat tentang rangkaian adaptor dan bagian-bagian terpentingnya. Baca juga artikel elektronika lainnya, seperti Rangkaian Digital, Rangkaian Star Delta dan Rangkaian RLC.

Share Artikel Rangkaian Adaptor



Artikel Terkait Rangkaian Adaptor