Rangkaian CDI Motor merupakan sistem pengapian magnet pada kendaraan. CDI mampu memberikan kualitas percikan yang stabil dan juga mampu menjaga titik poin dari rangkaian CDI tersebut. CDI ini memiliki sifat yang tahan lama, bebas perawatan, dan tidak diperlukan penggantian secara berkala, serta bebas dilakukan penyetelan. Namun CDI ini memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah CDI ini tidak bisa bertahan cukup lama alias terus menerus. Kegagalan fungsi bisa saja terjadi akibat kumparan pembangkit (generator coil) atau komponen lainnya mengalami kerusakan.

Anda bisa merangkai sendiri CDI yang dapat digunakan untuk mengganti CDI asli yang sudah rusak. CDI ini bekerja dengan menyelaraskan generator AC yang memicu koil untuk memberikan arus tegangan tinggi hingga memercikan bunga api melalui busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.

Rangkaian CDI Motor

Pada skema gambar diata ditunjukkan rangkaian pada sistem pengapian CDI. Generator atau biasa disebut dinamo, akan menghasilkan tegangan yang cukup tinggi untuk mengisi kapasitor didalam CDI tersebut. Sementara Trigger Coil akan memberikan sinyal untuk membuang muatan tersebut menuju ke koil pengapian atau biasa disebut Ignition Coil. Sebuah saklar bisa digunakan untuk menghentikan agar sistem pengapian berhenti bekerja.

Sistem Kerja Rangkaian CDI Motor

Sementara gambar diatas menunjukkan cara kerja CDI. Sistem pengapian CDI terdiri dari : Ignition Coil, Kapasitor atau disimbolkan C1, dan Silicon Controlled Rectifier atau SCR. SCR ini berfungsi sebagai saklar utama pada rangkaian CDI. SCR memiliki impedansi tinggi hingga memicu gate dan katoda. Tegangan dari Trigger Coil memicu gate dan mengaktifkan SCR. Setelah dipicu kembali, maka SCR kembali nonaktif hingga arus yang mengalir jatuh hingga mendekati nol.

Awalnya SCR tidak aktif dan kapasitor C1 kosong. Tegangan positif dari generator akan mengisi C1 melalui D1 dan lilitan primer koil. Ketika SCR dipicu oleh Trigger Coil sehingga arus mengalir kembali melalui lilitan primer. Saat terjadi pengosongan cepat pada kapasitor (C1), akan mengakibatkan lilitan sekunder terinduksi sehingga tegangan tinggi terjadi pada ignition coil. Setelah busi berhenti, maka arus balik dimanfaatkan untuk melakukan pengisian ulang kepada kapasitor melalui komponen dioda D2 pada rangkaian CDI tersebut. Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian CDI motor.

Share Artikel Rangkaian CDI Motor



Artikel Terkait Rangkaian CDI Motor